DUNIA TIPU TIPU
Ketika mengenal dunia, kita polos dan lugu.
Siapa sangka proses pendewasaan tak bisa di perhitungkan, tidak bisa di paksakan, tak bisa pula di prediksi akurat bahkan setelah mencoba dengan kombinasi algoritma,
semua manusia walau dengan anggota tubuh sempurna mengalami serangan dunia yang berbeda dan berhasil memetik pesan yang berbeda pula.
pengalaman sama mahalnya dengan kesehatan. banyak manusia membeli pengalaman dengan kegagalan, frustasi, dan bahkan nyawa dan jiwa. pengalaman bukan potongan kue yang bisa di bagi begitu saja, banyak pengalaman sering di beberkan secara gamblang namun tetap saja. memahaminya tak bisa dengan kata harus dengan rasa. saat sudah dirasakan baru mengerti huh dasar diri ini.
Semua berperan sesuai dengan pilihan hati dan otak, tapi semua hanya peran. peran panggung megah dunia.
Beberapa orang berlakon sempurna sesuai naskahnya sabagai sang sutradara, beberapa lagi berlakon ganda untuk memuaskan banyak sutradara, sisanya menolak berlakon dan habis di telan dunia.
Siapa dia orang yang seolah" telah ikut menulis naskah, berbicara seolah dapat mengarahkan aktor, seolah mengerti jiwa sang aktor bahkan lebih dari aktor itu sendiri.
sungguh memuakkan kata-kata ini "Sengaja aku begitu/begini.... agar dia...." setelah di ucapkan ketika sesuatu sudah terjadi dan kita menunggu penjelasannya.
Mereka bahkan berperan ketika menyampaikan permintaan "Maaf ya", ungkapan "Semangat ya", dan Kalimat "Gkpapa kok, malah aku lebih parah.." lol.. bullshit

Tetap semangattt
BalasHapus🤝
Hapus